Senin, 25 September 2017

Parah, Beras Bulog Dioplos. Begini Cara Kerja Para Para Pelakunya


Foto: Ilustrasi

Pelaku menggunakan kantong plastik bertuliskan spidol sebanyak 873 bungkus dengan berat masing-masing 5 kilogram

TANJUNGPINANG - Aparat Kepolisian dari Polres Tanjungpinang membekuk pelaku pemalsuan kemasan beras Bulog siap edar yang ditemukan dalam sebuah gudang di Kilometer 9 di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Selain menangkap pelaku berinisial AH (54), petugas juga mengamankan barang bukti beras yang sudah dikemas menggunakan kantong plastik bertuliskan spidol sebanyak 873 bungkus dengan berat masing-masing 5 kilogram serta 557 karung beras dengan masing-masing 50 kilogram.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardianto Tedjo Baskoro saat gelar perkara sebagaimana dilansir antara di Tanjungpinang mengatakan pihaknya sengaja menetapkan tersangka AH atas dugaan pengubahan bentuk kemasan beras Bulog Premium.

Pihaknya pun langsung menjerat pelaku dengan pasal 139 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan jo pasal 2 dan atau pasal 3 Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 1999 tentang lebel dan iklan pangan, dengan ancaman hukuman kurungan selama 5 tahun dan denda 10 miliar rupiah kepada AH.

Dan atau pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a dab i Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda 2 miliar rupiah.

"Pemilik gudang sudah kami tetapkan sebagai tersangka, ia sebagai pelaku utama," kata Ardiyanto Tedjo Baskoro.

Ketika disinggung mengenai proses penangkapan terhadap tersangka, orang nomor satu di Polres Tanjungpinang tersebut mengatakan bahwa saat pangan melakukan penggerebekan dilokasi gudang para karyawan dari tersangka (AH) tengah melakukan aktivitas perubahan bentuk kemasan beras.

Beras tersebut ditulis dengan spidol hitam dalam kemasan pelastik dengan tulisan Bulog premium 5 kg.

"Aksi mereka dilakukan secara manual. Dan mencampur beras bulog premium sebanyak 40 persen dan beras Roda Mas sebanyak 60 persen. Lalu dijadikan satu, setelah itu dikemas dengan plastik bening dengan berat 5 kilogram," ungkapnya.

Dan dari pengakuan para tersangka, aksi tersebut sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir.

Bulog Tanjungpinang: Beras Itu Ilegal

Sementara itu, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau memastikan beras bulog bertuliskan "Bulog Primer" yang diecer per 5 kilogram oleh pelaku adalah ilegal.
 
Kepala Bulog Tanjungpinang, Joko Santoso sebagaimaan dilansir Tribun Batam di Tanjungpinang, mengatakan Bulog tidak pernah memproduksi beras kemasan dengan menggunakan plastik bening, dan ditulis dengan spidol.
 
"Kalau ditulis pakai spidol tidak boleh. Kalau bulog punya standarisasi kemasan dan resmi, jadi kalau ada yang seperti itu ya jangan dibeli," katanya.
 
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak membeli beras bulog dalam kemasan plastik itu, mengingat  Satgas Pangan Kota Tanjungpinang mengamankan beras kemasan itu di gudang penyimpanan beras.
 
Bulog Tanjungpinang memastikan tidak pernah menjual beras bulog medium kepada masyarakat. Beras medium hanya untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sedangkan beras bulog yang dijual di sejumlah swalayan atau pun toko adalah bentuk program Rumah Pangan Kita (RPK).
 
"Kalau beras Bulog komersial sudah dua bulan yang lalu kosong. Kalau kemarin ada, petugas kami sedang mendata, itu untuk RPK," katanya.(*/berbagai sumber)
 

Jumat, 22 September 2017

Surat Pengungsi Gunung Agung ke Jokowi Jadi Viral


IST/akun FB/Badrun


Meningkatnya status Gunung Agung dari dari level III (siaga) ke Level IV (awas) pada Jumat(22/9/2017) menimbulkan kepanikan bagi warga Karangasem yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di Kabupaten Gianyar, Bali.

Mengingat saat evakuasi dilakukan tak banyak dari warga yang sempat membawa barang-barang berharga mereka. Seperti makanan dan minuman untuk dikonsumsi oleh keluarga mereka.

Akibatnya banyak diantara para pengungsi sudah mulai dirundung kebingungan akan tidak dapatnya bantuan makanan yang secukupnya dari pemerintah setempat.

Kondisi tersebutlah yang membuat warga Karangasem membuat sebuah surat tanpa dilengkapi dengan nama penulisnya yang meminta bantuan dan ditujukan untuk Presiden Republik Indonesia Jokowi dan diposting di media sosial Facebook.

Sontak surat tersebut pun menjadi viral di beberapa jejaring sosial. Berikut isi dalam surat tersebut sebagaimana dilansir dari akun Facebook bernama Badrun;

Yang Terhormat Bapak Jokowi,

Saya adalah salah satu warga Karangasem Bali. Saya hanya bisa meminta keadilan, karena saya dan ribuan warga Karangasem yang membutuhkan bantuan dari Bapak. Karena banyak pengungsi yang tidak tahgu kepastian akjan kabar meletusnya Gunung Agung Bali.

saya hanya meminta bantuan kepada Bapak untuk semua warga Karangasem yang mengungsi, agar tidak kelaparan dan hidaup layak di pengungsian.

Tertanda


Menurut Ketut Sugiawan, warga Gianyar yang tinggal tidak jauh dari lokasi pengungsian saat dihubungi mengaku surat meminta bantuan kepada Presiden Jokowi tersebut telah diketahuinya sejak kemarin melalui jejaring sosial Facebook.

Baginya, apa yang diminta oleh korban Gunung Agung tersebut sangat wajar. Mengingat mereka tidak membawa makanan dan minuman saat evakuasi dilakukan.

"Kami lihat sangat wajar, mereka membutuhkan bantuan. Semoga saja Pak Jokowi membacanya," terangnya.

 IST/Ketut Sugiawan

Pengungsi Jual Hewan Ternaknya Setengah Harga

Ada sisi lain saat para pengungsi Gunung Agung dievakuasi dari Karangasem ke pengungsian di Gianyar Bali.

Saat tersebut, banyak para pengungsi yang mayoritas bekerja sebagai petani ini menjajakan hewan ternak mereka dengan harga murah kepada warga lainnya. Dintaranya sapi, kambing dan babi dengan harga 50 persen dari harga jual normalnya

"Alasan mereka menjual hewan ternak mereka, agar bisa diurus dan memudahkan mereka saat di pengungsian," jelas Ketut Sugiawan yang akrab dipanggil Bli Iwa ini.

 IST/Ketut Sugiawan

BNPB Minta Warga Tetap Tenang

Meningkatkatnya level dari siaga menjadi awas pada Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan pengumuman dan imbauan.

Dalam rilis yang diterima, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan agar aktivitas pendaki hingga wisatawan untuk tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 9 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 kilometer.

Di dalam radius ini tidak boleh ada wisatawan atau aktivitas masyarakat di dalamnya. Dengan adanya perluasan daerah zona berbahaya tersebut maka pengungsi akan bertambah.

BNPB dan BPBD akan mengambil langkah-langkah penanganan antisipasi menghadapi letusan dan penanganan pengungsi terkait dengan peningkatan status Awas dari Gunung Agung.
Kepala BNPB bersama pejabat terkait telah berada di Bali untuk berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan Bupati terkait. Posko nasional segera diaktivasi untuk memberikan pendampingan pemerintah daerah.

Bantuan logistik dan peralatan segera didorong ke titik-titik pengungsian. Rapat koordinasi antar kementerian, lembaga dan unsur lainnya akan segera dilakukan.

BNPB dan BPBD sedang menyiapkan rambu-rambu jarak radius yang akan segera dipasang di tempat-tempat strategis agar masyarakat dapat mengetahui posisi di radius aman atau berbahaya.

"Masyarakat dihimbau untuk tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Hingga saat ini Gunung Agung belum meletus,"terangnya. (*)

Mencari Nemo di Pulau Abang


Akhir pekan dah tiba, berbagai rencana telah matang disusun bersama kawan-kawan. Bagi kamu yang masih bingung mau kemana pada momen libur, tidak ada salahnya Anda menjelajahi keindahan bawah airnya Kota Batam yang berbentuk kalajengking (jika dilihat dari udara), yakni di Pulau Abang.

Pulau yang terletak di sebelah selatan Pulau Batam, Provinsi Kepri ini memiliki keindahan bawah air yang tak kalah dengan beberapa wisata bahari yang ada di Indonesia. Selain murah harganya, untuk menuju ke lokasi tersebut tidaklah sulit.

Untuk menuju ke sana, Anda tinggal menggunakan kendaraan darat menuju Pelabuhan Hasyim yang terletak di Pulau Galang Baru. Kendaraan akan melintasi Jalan Raya Barelang, jalan yang menghubungkan tujuh pulau yakni Pulau Batam - Pulau Tonton - Pulau Setokok - Pulau Rempang - Pulau Galang - Pulau Galang Baru.


Dari Pelabuhan Hasyim dilanjutkan dengan naik perahu motor atau kapal cepat ke Pulau Abang. Total waktu tempuh Batam - Pulau Abang kurang lebih 2 jam.

Bagi kamu yang malas untuk membawa kendaraan tidak usah kahwatir. Karena ada sejumlah travel wisata yang memberikan transportasi dan kemudahan bagi kamu untuk menuju kesana, dan tentunya disesuaikan dengan harga paketnya loh.

Begitu tiba di lokasi ada beberapa kelompok wisatawan yang sama-sama akan berwisata ke Pulau Abang.

Setibanya di Pulau Abang, kami dibawa ke rest house, alias rumah-rumah peristirahatan yang terletak di dekat dermaga. Ada sekitar 4 rumah yang dijadikan tempat beristirahat.

dengan satu ruang depan, dua kamar dan satu toilet. Belum ada fasilitas apa-apa, baru sebatas ruangan blong dan plong begitu saja. Tapi lumayan buat beristirahat dan menyimpan barang-barang.

Setelah persipan, kami segera memilih alat snorkeling di halaman sebuah bangunan yang terletak tepat di depan rumah peristirahatan kami. Di sana beberapa warga pulau Abang membantu kami memilih alat yang cocok.

Saat itu hanya life jacket dan fin saja yang dibagikan sedangkan snorkel akan dibagikan nanti di kapal saat tiba di lokasi snokeling. Tujuan snorkeling saat itu adalah Pulau Dedap, pulau dengan tiga gradasi air laut. Dan sudah tau kan selanjutnya, Nyebur, Basah dan ngak mau naik ke perahu begitu melihat keindahan bawah airnya Pulau Abang.

Disini, berbagai jenis terumbu karang dan ikan bisa ditemukan disini. Termasuk Ikan Nemo loh.

Bagi kamu yang traveler bahari atau pencinta wisata air sudah pasti harus mengunjungi tempat ini. yang pasti rekomen banget deh. Disini juga tempat yang sangat cocok untuk dapatin foto bawah air yang keren buat di upload di sosial media kamu.

But... ingat ya, Traveling sah-sah aja asal jangan buang sampah sembarang ke laut ya. Ngak Cool banget deh.

Penasaran? Lihat nih foto-foto kami disana. Tapi maaf ya ngak bisa foto bawah air.. kamera SLR hehehe. Cekidot deh Pokoknya ya .(*)

Kamis, 21 September 2017

Peredaran Narkoba di Batam Bikin Gemes Aparat Keamanan



 

“Ada 11 negara penyuplai narkoba ke Indonesia. Dan muaranya di Indonesia. Ini fakta yang terjadi saat ini,”

BATAM – Maju dan berkembangnya sebuah daerah pastinya akan memberikan efek positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya. Terlebih lagi letak geografis yang strategis dan berdekatan dengan beberapa negara maju seperti Singapura dan Malaysia. Seperti yang dialami Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Namun, kondisi ini juga menimbulkan efek negatif yang membuat aparat keamanan dibuat harus bekerja keras untuk memberantasnya.  Yakni masuknya Batam sebagai salah satu daerah di Indonesia dalam hal peredaran narkoba. 

Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kepri, Samsul Paloh beberapa waktu lalu menegaskan Batam bukan lagi sebagai tempat transit narkoba, melainkan telah menjadi pangsa pasar dan retail peredaran narkoba di Indonesia.
“Batam sudah menjadi tujuan utama dari pangsa pasar narkoba di Indonesia,” terangnya.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan bagi pria asal Makasar ini, mengingat narkoba telah menjadi sebuah wabah yang siap memberangus dan menghancurkan generasi muda yang merupakan penerus bangsa.

“Kondisi ini sudah menjadi sebuah bencana dan siap mengancam bangsa dan negara,” jelasnya lagi. 

Oleh karena itu, dirinya sangat mengharapkan kepada Hakim dan Jaksa untuk berani memberikan vonis yang cukup berat, sehingga menimbulkan efek jera bagi pelakunya. 

“Kita berharap mereka tidak takut, dan bisa memberikan vonis mati kepada tersangka kasus narkoba. Mengingat Hakim menjadi pertahanan terakhir dalam penegakan hukum di Indonesia,”tegasnya.


Apa yang diungkapkan oleh Ketua Granat Kepri bisa dilihat secara langsung dari banyaknya tersangka yang merupakan pengguna, pengedar hingga bandar narkoba yang mendiami lembaga permasyarakatan (LAPAS) Kelas II A Barelang Batam.

Dari 1.368 warga binaan (napi) yang berada di lokasi tersebut, 948 diantaranya terjerat kasus narkoba dengen jenis yang paling diminati mereka adalah Sabu-sabu. Dengan perbandingan jumlah pemakai narkoba jauh lebih besar dari pengedar. 

“Setengah lebih penghuni disini karena kasus Narkoba,” Kata Kepala Lapas Barelang Marlik Subiyanto.

Membludaknya warga binaan kasus narkoba ini, menurutnya lebih disebabkan masa hukuman para warga binaan sebagai pemakai dan pengedar masih sama yakni hanya kurang dari 10 tahun, sehingga lapas mengalami over kapasitas.


 Peredaran dan penyelundupan Narkoba di wilayah Batam, Provinsi Kepri juga menjadi perhatian serius Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen (Pol) Budi Waseso

Berdasarkan pengungkapan banyak kasus, Batam menjadi jalur idola untuk menyelundupkan barang haram dari negara tetangga, Malaysia.

“Ada 11 negara penyuplai narkoba ke Indonesia. Dan muaranya di Indonesia. Ini fakta yang terjadi saat ini,” terangnya. 

Pria yang akrab di sapa Buwas ini menegaskan sindikat terbesar sebagai negara penyuplai Narkoba adalah Tiongkok, Afrika dan Amerika latin.

“Sebagai daerah yang terdiri dari banyak pulau-pulau, Batam menjadi daerah paling disukai jaringan internasional untuk menyelundupkan Narkotika. Narkotika dalam jumlah yang cukup banyak diselundupkan melalui jalur resmi dan jalur tidak resmi,"ujar Buwas.

Maraknya peredaran Narkoba di Indonesia, Menurutnya, memang tidak terlepas adanya oknum-oknum dari berbagai lembaga yang terlibat.

Hal tersebut,jelasnya lagi memang sudah menjadi incaran dari jaringan narkoba yang beroperasi di Indonesia sehingga bisnis yang dijalankan bisa lancar.

“Tanpa adanya oknum-oknum yang terlibat tidak mungkin itu terjadi. Jadi butuh komitmen semua lembaga untuk membasminya,” pungkasnya. (*/berbagai sumber/FT:IST)

Selasa, 19 September 2017

Air Hasil Proses Pengolahan Bisa Langsung Diminum. Tapi Hanya di WTP Saja




MINUM dari kran- Asep Wawan Setia, Supervisor ATB di IPA Mukakuning Batam meminum air dari kran yang merupakan air bersih yang telah diolah di instalasi pengolahan air tersebut.




Mungkin hanya sebagian orang saja yang mengetahui bahwa hasil pengolahan air bersih yang dilakukan oleh ATB bisa langsung diminum. Hal ini pun diamini oleh Asep Wawan Setia, Supervisor IPA Mukakuning Batam saat ditemui Tim A.

Baginya, Air hasil pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning maupun IPA lainnya bisa langsung dikonsumsi tanpa harus di masak terlebih dahulu. Mengingat setelah sampai di resevoir, air telah mengalami beberapa kalai pengolahan secara kimia, biologi dan fisika. Sehingga setelah sampai pada penampungan di WTP, Air bisa dikonsumsi.

Namun, Asep menegaskan kembali bahwa air tersebut hanya bisa dikonsumsi secara langsung ketika berada di IPA saja. Dan dirinya tidak bisa menjamin bisa dikonsumsi secara langsung ketika di rumah pelanggan.

“Setelah pengolahan saja yang bisa saya jamin. Jika di rumah pelanggan saya sarankan untuk dimasak terlebih dahulu,” terangnya.

Kenapa demikian? Mengingat dalam proses pendistribusian air dari IPA ke rumah pelanggan, air bersih akan melewati jaringan pipa yang cukup panjang dan beliku-liku. Sehingga kadar kualitas air (dalam hal ini untuk dikonsumsi) akan berkurang.

“Begitu keluar dari proses pengolahan air, kadar layak diminum 100 persen. Namun akan berkurang jika sampai di rumah pelanggan dengan berbagai faktor. Mulai dari kondisi pipa hingga ada atau tidaknya kebocoran,” terangnya.



Sebagaimana diketahui, mengelola air bersih di Kota Batam ternyata tidaklah mudah. Selain kondisi alamnya yang berbukit-bukit dan kualitas air (sumurnya) kurang layak untuk dikonsumsi karena ph-nya yang sangat tinggi, ternyata Batam juga memiliki permasalahan yang sangat pelik yakni minimnya sumber air baku di Kota berbentu kalajengking ini.

Kondisi tersebutlah yang menjadi tantangan besar saat Otorita Batam (saat ini BP Batam) mempercayakan pengelolaan air bersih di mainland Pulau Batam kepada PT Adhya Tirta Batam (ATB) melalui perjanjian konsesi 25 tahun.

Hal itupun tak disia-sikan oleh ATB. Dan ditunjukkan dengan keberhasilan ATB sebagai Perusahaan Air Minum Terbaik se-Indonesia.



Bahkan, saat ini ATB tlah menjelma menjadi sebuah benchmark atau tolak ukur bagi seluruh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia bahkan dari luar negeri sebagai Smart Water Company.

Banyak hal dari kemampuan ATB yang dapat dijadikan tolak ukur bagi PDAM di Indonesia. Diantaranya sesuai dengan Standard Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) yang memiliki empat faktor yang selalu dievaluasi dari performa sebuah PDAM. Yakni  Jangkauan Pelayanan, Non Revenue Water (Kebocoran), Efisiensi Rasio Karyawan, dan Kinerja keuangan.

Dari sisi jangkauan pelayanan, rata rata kondisi jangkauan pelayanan PDAM di Indonesia adalah 60 persen. Artinya dari sebuah wilayah yang harus dilayani PDAM, rata rata PDAM di Indonesia hanya mampu melayani 60 persen masyarakat saja. Sementara ATB telah mampu melayani 99,7 persen dari kebutuhan seluruh masyarakat Batam.

Selain itu, Non revenue water (NRW) atau Kebocoran yang berhasil ditekan oleh ATB hingga menjadikannya sebagai perusahan nomor satu yang berhasil menekan angka kebocoran. Dimana rata rata kebocoran PDAM di Indonesia adalah berkisar 30-35 persen.

Bahkan Ibukota Jakarta sekalipun rata rata kebocorannya berkisar 40 persen. Sedangkan ATB mampu menekannya hingga 15,17 persen pada tahun 2016, atau setengah dari rata rata kebocoran nasional.



Di sektor Efisiensi Rasio Karyawan, ATB juga telah mencapai keberhasilan. Dimana rata-rata PDAM di Indonesia saat ini rasio karyawannya adalah 6. Artinya 6 karyawan melayani 1000 pelanggan.

Sedangkan di ATB, rasio karyawan saat ini adalah 2,24 atau lebih kurang sepertiga dari rata rata PDAM. Rasio karyawan ini juga paling rendah di Indonesia.

Terakhir adalah kinerja keuangan. Selaku pihak swasta pemegang konsesi, ATB dituntut harus mampu mebiayai biaya operasional dan kebutuhan pengembangannya secara mandiri.

Dengan kata lain, tidak membebani APBD maupun APBN. Namun ATB memberi keuntungan berupa investasi yang akan dikembalikan kepada Pemerintah pada akhir konsesi, dan kontribusi serta pajak yang telah dibayarkan setiap tahunnya. Dengan total investasi, pajak, dan kontribusi lain yang telah dibayarkan oleh ATB sejak 1995 sampai dengan 2017 mencapai Rp 1,701trilliun.

Sebagai perusahaan pelayanan publik, ATB juga tetap mengacu kepada standard yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam sisi Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas serta Keterjangkauan (K4).

Dalam sisi Kualitas, ATB memproduksi air yang mengacu pada standararisasi yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagaimana tercantum dalam perjanjian konsesi, namun juga mengacu kepada Permenkes.

Untuk Kuantitas, saat ini rata rata konsumsi air masyarakat Batam sudah mencapai 199 liter/orang perhari. Angka ini sebetulnya bahkan sudah terbilang sangat boros, dimana standar ideal konsumsi air masyarakat perkotaan adalah 150 liter/orang /hari.

Sedangkan angka kebutuhan minimum berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan penetapan Tarif Air Minum, dimana pada poin ke 10 berbunyi standar kebutuhan pokok air minum adalah kebutuhan air sebanyak 10 meter kubik/kepala keluarga setiap bulan atau 60 liter/orang/hari.



Sementara pada bagian kontinuitas, ATB terus berusaha meminimalisir jumlah pelanggan yang belum mendapatkan layanan secara maksimal. Sebagaimana diketahui, ada sekitar 1.000 lebih pelanggan yang belum menikmati 24 jam. Angka itu sekitar 0,3 persen dari total 265.000 pelanggan ATB.

Mereka adalah yang lokasinya sangat tinggi atau berada pada pipa terujung. Sehingga presurenya kurang pada saat jam normal. Tetapi itu sudah jauh menurun dibanding 3 tahun lalu, yaitu sekitar 5000 pelanggan.

Seluruh kerja keras ATB ini tak lupa juga diukur melalui survey kepuasan pelanggan secara berkala oleh ATB. Lembaga survey yang digunakan juga dipilih lembaga survey yang independen dan kredibel yaitu Nielsen.

Hasilnya secara overall kepuasan masyarakat terhadap pelayanan ATB terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan pada survey terakhir yang dilakukan pada tahun 2014,  terlihat kepuasan pelanggan ATB sudah di angka 73, yang telah melebihi standar kepuasan masyarakat secara nasional untuk perusahaan pelayanan publik yaitu 70.

ATB juga dikenal sebagai Smart Water Company di Indonesia. Hal ini dikarenakan dalam operasionalnya ATB menggunakan berbagai alat dan sistem tekhnologi Informasi yang canggih yang belum tentu dipakai oleh PDAM lainnya di Indonesia.

Sebut saja beberapa alat yang digunakan ATB selama ini, seperti Streaming Current 
Monitor pada tahap produksi, Remote Terminal Unit (RTU) pada tahap distribusi, Mobile Meter Reading yang memungkinkan pencatat meter ATB melakukan pembacaan meter yang lebih akurat, real time disertai foto dan koordinat, serta AIRS atau ATB Integrated Information Sistem berbasis ERP, yang merupakan sebuah aplikasi manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi.

Sedangkan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) yang dikembangkan ATB menjadi fenomenal di PDAM di Indonesia, karena baru pertama ini penggunaan SCADA terintegrasi untuk, produksi, distribusi, dan sekaligus NRW (kebocoran).

Sedangkan di PDAM yang berukuran besar umumnya seperti Surabaya, Jakarta, Malang umumnya menerapkan SCADA hanya untuk salah satu unit saja.

SCADA juga digunakan di beberapa perusahaan derah air minum (PDAM) di Indonesia, namun SCADA yang ada di ATB merupakan satu satu yang terbaik di Indonesia, karena terintegrasi antara produksi, distribusi dan NRW.(*)

Sensasi 'Tak Mau Cek-Out' Landa Tamu Hotel Best Western Premier Panbil Batam Hotel

Akhir pekan menjadi momen yang tepat untuk 'mengasingkan' diri dari keramaian kota. Banyak di antaranya memilih untuk refreshi...