Selasa, 19 September 2017

Proses Pengolahan Air Bersih di Batam Tidak Mudah!







Hampir semua orang pasti pernah menggunakan air bersih yang diolah oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di daerahnya masing-masing. 

Namun pernahkan Anda tahu bagaimana proses pengolahan air baku menjadi air bersih yang dilakukan mereka? Oleh karena itu, tim A di Pelatihan Menulis Feature ATB 2017 mencoba menjabarkannya secara ringkas, padat dan jelas untuk Anda semuanya. 

Tim A yang terdiri dari Iman, Ikhwan, Novi dan Nunik secara langsung mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning Batam yang dikelola oleh PT. Adhya Tirta Batam (ATB). Selain berkeliling dan melihat secara langsung proses pengolahan air, kami dipandu dengan penuh antusias oleh Asep Wawan Setia, Supervisor IPA Mukakuning Batam, Selasa (19/7) pagi.

Melalui diskusi ringannya, terungkap bahwa proses memproduksi air baku menjadi air bersih yang dilakukan oleh ATB, tidaklah mudah dan setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam hingga menjadi air bersih yang layak untuk dikonsumsi.

Padahal ada lima proses penting dalam pengolahan air yang harus dilalui agar air tersebut bisa menjadi layak untuk dikonsumsi oleh pelanggan yang sesuai dengan World Health Organization (WHO) serta Permenkes RI. Yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.

Tahap awal proses pengolahan air adalah, ATB mengambil air dari waduk melalui pipa Intake berukuran panjang 17 meter. Pada bangunan Intake ini biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda-benda agar tidak ikut masuk ke jaringan pipa yang dialirkan Aerator.
Disini, Air akan disedot pada bagian dasar Aerator yang kemudian disemprotkan ke udara secara berulang-ulang dan guna mengurangi bau seperti bau lumpur, lumut, menambah oksigen pada air sekaligus dan mengoksidasi kandungan di air.

“Pada proses ini, kita juga membubuhkan Klorin dan beberapa zat kimia lainnya. Umumnya ada dua jenis kotoran yang terkandung dalam air, yakni partikel diskrit yang secara alami dapat mengendap dengan sendirinya dalam waktu yang cukup singkat, dan partikel koloid yang sangat kecil dan ringan,”kata Asep menjelaskan.


 
Setelah dibubuhi zat kimia, partikel koloid maupun diskrit akan membentuk gumpalan. Gumpalan yang umumnya berwarna coklat atau hijau tersebut akan dipisahkan dari air dan proses ini biasa disebut dengan Flokulasi

Sementara, air yang sudah terpisah dari kotoran diskrit maupun koloid akan melewati tahap berikutnya, yakni tahap pengendapan/penjernihan atau Sedimentasi.

Setelah melalui tahap pengendapan/penjernihan, air baku tersebut akan melewati tahap penyaringan. Hal tersebut dilakukan agar air benar-benar bersih, tidak ada lagi kotoran-kotoran kecil dan kasat mata yang lolos terdistribusikan kepada pelanggan.

Setelah melewati tahap penyaringan, air baku yang sudah diolah menjadi air bersih tersebut akan disimpan di tanki penyimpanan sementara (ground tank) setelah sebelumnya kembali dibubuhi klorin untuk memastikan kuman-kuman yang ada di dalam air mati.

Air yang sudah siap konsumsi tersebut kemudian di simpan di tanki reservoir, setelah itu baru didistribusikan kepada pelanggan, dalam hal ini pelanggan ATB yang tersebar di Pulau Batam.

Untuk memastikan air yang diolah sesuai dengan standar WHO dan Permenkes RI, petugas ATB secara berkala (biasanya setiap dua jam) akan mengambil sampel air di IPA untuk dicek, baik kadar Ph hingga kekeruhan air.

Dan sebagai perusahaan air bersih swasta terbesar di Indonesia, ATB memiliki standarisasi hasil produksi air bersih yang berkualitas.



Sebelum didistribusikan, air yang diproduksi ATB dipastikan sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes RI) Nomor 492 tahun 2010.

Dan terlebih dahulu dilakukan pengujian di Laboratorium, guna memastikan tingkat kesesuaian dengan persyaratan Permenkes. Pengujian tersebut, di lakukan pada semua parameter yang sudah di tentukan. Diantaranya parameter Fisika, Kimia dan Mikrobiologi.

Parameter yang dilakukan pengujian ini, didasarkan pada hal-hal yang berhubungan langsung pada kesehatan. Seperti pada pengujian Parameter Mikrobiologi yang melakukan pengecekan pada tiga parameter. Yakni pengujian Total Bakteri Koliform, Fecal Koliform dan E. Coli.

Pada pengujian Fisika, tim ATB melakukan pengujian untuk 6 parameter. Yakni pengujian total zat padat terlarut (TDS), kekeruhan, suhu, warna, bau dan rasa. Dari pengujian tersebut, dua diantaranya dilakukan pengujian di Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan di Jaringan Distribusi (di luar) dan parameter lainnya diuji di Laboratorium (di dalam).

Sementara pada pengujian parameter Kimiawi, ATB melakukan pengujian untuk 20 parameter. Diantaranya pengujian kandungan Aluminium pada air, Besi, kesadahan, Khlorida, Mangan, pH, Seng, Sulfat, Tembaga dan Amonia.

Selain proses pengujian kualitas air baku dan air yang sudah di produksi ATB juga menggunakan klorin sesuai standar yang aman untuk memastikan air produksi ATB dalam kondisi yang bebas mikroorganisme. Klorin berfungsi membunuh bakteri,jamur dan mikroorganisme lainnya.

Dengan proses produksi air yang dilakukan ATB yang berdasarkan standar dan aturan yang telah di tetapkan, tentunya air bersih yang di kirim ke pelanggan tetap terjaga kualitasnya. Terpenting lagi air bersih tersebut sudah bebas dari bakteri e.coli maupun mikro organisme lainnya.

Tabel Parameter Wajib Pengujian Air ATB(*)
Jenis Parameter
Nama Pengujian
Satuan
Kadar Maksimum yang Diperbolehkan
Mikrobiologi

1. Fecal Coliform
2. E. Coli
3. Total bakteri Koliform


Jumlah per 100 mL sampel

0
0
Fisika

1. Warna
2. Kekeruhan
3. Suhu
4. Bau dan Rasa
TCU
NTU
Derajat Celcius

15
5
Suhu udara (+) (-) 3
Tidak Berbau dan Tidak Berasa
Kimia
1. Aluminium
2. Besi
3. Kesadahan
4. Khlorida
5. Mangan
6. pH
7. Seng
8. Sulfat
9. Tembaga
10. Amonia
mg/l
mg/l
mg/l
mg/l
mg/l

mg/l
mg/l
mg/l
mg/l
0.2
0.3
500
250
0.4
6.5 – 8.5
3
250
2
1.5



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sensasi 'Tak Mau Cek-Out' Landa Tamu Hotel Best Western Premier Panbil Batam Hotel

Akhir pekan menjadi momen yang tepat untuk 'mengasingkan' diri dari keramaian kota. Banyak di antaranya memilih untuk refreshi...